Ternyata beginilah rasanya jadi orang tua yang harus bisa bertindak bijak seolah-olah tetap tenang dan punya solusi jitu setiapa kali ada masalah, sebesar apapun masalahnya. Orang tua melakukan ini bukan untuk membohongi sang anak yang masih polos, tetapi sebaliknya mengajarkan kepada si anak bahwa ketenangan adalah kunci pertama untuk menyelesaikan sebuah masalah. Ketika kita jusru menanggapi masalah dengan sikap yang tenang, bijak, dan terkendali, maka otakpunakan lebih mudah menghubungkan sel-sel sarafnya yang pada ujungnya bisa menghasilkan sebuah keputusan yang jitu, cemerlang, 'low-risk', dan tentunya efisien.
Kondisi berperan sebagai orang yang 'dituakan' oleh yang lain memang memaksaku untuk berpikir 1000 langkah lebih dewasa untuk menyikapi semuanya. Aku diamkan mereka bukan berarti aku tak peduli, tetapi aku hanya ingin melihat cara mereka menyikapi sebuah permasalahan. Kegugupan itu adalah sesuatu yang wajar yang dialami oleh siapapun. Eits, tapi gugupnya juga jangan 'lebay' gitu donk, coba deh gugupnya tuh agak dewasa sedikit saja. Makanya, aku biarkan mereka berpikir dulu, biar mereka rasakan seperti apa sensasi menghadapi perjalanan yang menanjak dan menurun yang dengan senang hati menawarkan berbagai macam bnetuk dan tipe rintangan. Tinggal pilih saja!
Setelah bergulat dengan kebingungan dan proses lobi gila ala negosiator amatir, akhirnya tuntas juga masalah terbesar yang aku hadapi, yaitu membantu menenangkan adik-adikku menyelesaikan 'sengketa' peminjaman auditorium kampus. Banyak hal yang aku pelajari selama kurang lebih 1 minggu ini. Selama 1 minggu itu pula, aku benar-benar merasakan sense of being the older people. Ketika yang lain sudah pasang tampang kusut model pakaian baru keluar dari bak cucian, aku harus dengan ikhlas dan tulus hati tetap menyunggingkan senum bahagia walaupun aku sendiri merasa bahwa di dalam otakku telah terjadi kekisruhan pemikiran luar biasa yang mengakibatkan 'rawutnya' beberapa sel-sel saraf sehingga aku gampang mengantuk dan dengan innocent-nya tertidur pulas tanpa dosa di kelas Research in ELT. Untuk hal ini, aku mohon maaf kepada teman2 yang sedang presentasi tapi tidak aku perhatikan karena presentasi yang menurutku kurang membahana.
Hari eksekusi tinggal 1 hari lagi dimana peranku sebagai orang tua akan semakin ditambah. Tetap tenang, kalem, bisa berpikir jernih, dan bijaksana. Yah, sekali waktu buatlah sensasi. Tak apa, itu penting dilakukan! Alasannya simple, sebelum aku turun tahta buatlah sesuatu yang luar biasa
Rasa jenuh jelas begitu mengokupasi pikiranku. Sepertinya aku ingin pergi berlibur ke suatu tempat yang jauh , berjalan menyusuri jalanan kota London dan tiba-tiba sampai di halaman Stamford Bridge Stadium yang samapi sekarang belum sempat aku kunjungi. Maaf, aku terlalu sibuk, jadi belum sempat. Mampir sebentar masuk ke toko souvenir resmi Chelsea FC dan membeli 6 buah jersey Chelsea original untuk aku, bapak, 2 adikku, dan 2 orang keponakanku. Amboi...kapan ya itu bisa terjadi? Mengajak mereka menonton pertandingan EPL langsung dari stadion yang selama ini hanya bisa kami saksikan lewat kotak kaca cembung besar yang ada di ruang keluarga kami.
Kalau memang bermimpi itu gratis dan aku diminta untuk menulisakn keinginanku di secarik kertas yang nantinya akan dilaporkan pada Tuhan, banyak hal yang akan aku minta. Permintaan ini yang sudah lama tapi belum saatnya dikabulkan. Ya Allah, kalau aku mendengar cerita Aladdin yang hanya bisa mengajukan 3 pertanyaan ke pada Jin lampu, aku bilang Aladdin itu bodoh. Karena aku disini punya Engkau yang tak pernah membatasi apa yang kami inginkan. Ya Allah, ini ada beberapa hal yang ingin aku lakukan selama aku hidup:
1. pergi ke Jepang dan tinggal disana selama 1 bulan untuk belajar 'speaking' bahasa Jepang
2. setelah dari Jepang mampir dulu lah ke Inggris sebentar barang 2 tahun saja untuk menimba ilmu bahasa Inggris dari si empunya bahasa
3. seagi belajar di Inggris, aku ingin menyaksikan sejumlah pertandingan EPL, terutama pertandingan di Stamford Bridge dan melihat selebrasi The Blues sebagai jawara EPL.
4. Ikutan meet n greet bersama pemain-pemain Chelsea, karena aku punya 6 buah jersey Chelsea, ke-6-nya akan aku mintakan pada John Terry (untukku), Frank Lampard (Bapak), Eden Hazard (adik ke-1), Adrian Mutu (adik ke-2), Fernando Torres (keponakan ke-1), dan David Luiz (keponakan ke-2).
Selesai. itulah mimpiku ya Allah tapi itu baru mimpi dengan tema "Liga Inggris", dan jangan khawatir, aku masih punya banyak stok mimpi yang tidak akan ada habisnya.
See U in Stamford Bridge while celebrating our beloved club :-)
No comments:
Post a Comment