Setelah menikmati long weekend dari Sabtu, 03/12 sampai Senin, 05/12 (5 Desember diperingati sebagai Hari Ayah, hari lahir mendiang raja Thailand, Raja Bhumibhol Adulyadej), akhirnya saya harus kembali ke realita 'MASUK SEKOLAH.' Yup... hari ini, Selasa, 06/12 hari pertama kegiatan sekolah aktif kembali setelah long weekend. Seperti biasa, setelah Shubuh saya masih suka bandel curi-curi waktu untuk tidur lagi setelah selesai shalat Shubuh dan baca Alquran. Lumayan kaan, 20-30 menit hihihi. Mana cuaca lagi mendung-mendung hujan gini, rasanya narik selimut setelah menunaikan kewajiban jadi pilihan yang cucok :D. Setelah mengambil bonus tidur selama 20 menitan, saya biasanya otomatis bangun sekitar jam 6 atau 6.15. Tanpa banyak ba-bi-bu, langsung saya kucir rambut tinggi-tinggi, sambar handuk, gayung, sabun, dan langsung ngacir ke kamar mandi
.
.
Siraman air pertama memang selalu beda sensasinya. Beeerrrrrrr........dingin-dingin syadaaaap! Saya sekuat tenaga harus menahan gemeletuk gigi gara-gara kedinginan sambil berjuang buat sabunan biar wangi. Wkwkwk... Sekitar pukul 6.30, saya selesai mandi. Kebetulan saya sekalian ganti baju setelah selesai mandi di kamar mandi. Begitu saya sampai di depan kamar, tiba-tiba salah seorang kawan guru yang juga tinggal di asrama manggil-manggil saya, "Dina...Dina...hari ini sekolah cuti. Sekolah katup sebab banyak pelajar yang tidak boleh datang ke sekolah. Ada air bah di rumah mereka. Sudah balik tidur lagi lah. Hahahaha..." Dan kawan saya itu pun nampak berlalu kembali menuju tempat tidur alias mbangkong meneh :D
Memang minggu lalu, hujan melanda sebagian besar wilayah Thailand selatan. Di tempat saya tinggal saat ini di Amphoe Pakpayoon, Changwat Phatthalung, hujan turun sejak hari Kamis sampai Ahad. NON STOP! Memang hujan tidak terlalu deras, tetapi intensitasnya lama dan mirip tahu yang diformalin, awet pake banget! Kebetulan beberapa desa tempat tinggal para murid berada di tepi Danau Pakpayoon. Jadi ketika musim hujan ekstrem seperti ini, debit air bertambah dan akhirnya meluap sampai masuk ke pemukiman warga. Saya sempat melihatt beberapa foto yang berseliweran di beranda Facebook tentang kondisi beberapa desa yang terendam banjir. Berikut beberapa foto yang sempat saya simpan.
![]() |
| Banjir di Desa Ban Bang Muang, sebuah kampung nelayan yang letaknya persis di tepi Danau Pak payoon |
![]() |
| Banjir di Amphoe Bangkaew. Kalau buat adek-adek kecil, motto mereka kalau ada banjir begini: Banjir is the time for main air :D |
Yuk, sama-sama berdoa semoga banjirnya segera surut. Anyway, saya sih senang-senang aja kalau hari ini sekolah diliburkan, since hari Selasa adalah hari kerja rodi buat saya. Saya punya 6 jam mengajar yang artinya saya harus 6 kali bolak-balik naik turun tangga. Yaaa..ada hikmah positifnya juga, hihihih (guru macam apa saya ini :/)
Demikian cerita tice kali ini.
See ya in the upcoming post :*


No comments:
Post a Comment