Postingan kali ini, spesial saya persembahkan
untuk Dek Bayi yang insyaAllah, menurut perhitungan medis, bakalan launching
akhir bulan Januari tahun depan (mohon doanya yaaa J). Cerita ini ditulis supaya si Dek
Bayi sedikit tahu gimana ‘cerita petualangan’ Ayah & Ibunya sebelum dia
lahir (Sherina kaleee punya cerita petualangan :P). Mohon dimaapkeun kalau
ceritanya absurd, Sodara.
Dear Dedek Bayi sayang….. J
How’s life there inside? Everything
is goin’ well, right?
Dek, kali ini Ibu mau cerita sesuatu
sama kamu, Sayang. Ceritanya sih kayaknya nggak penting-penting amat. Tapi, gak
apa-apa deh, yang penting kamu dengar cerita ini baik-baik, Sayang. *maaap
ibumu emang kadang suka maksa :D*
Addicted sama travelling? Nggak juga
(soalnya kagak ada dana juga, hihihi). Punya banyak waktu luang buat
halan-halan (ini bahasa kekikinian dari traveling, Dek)? Nggak juga, tuh. Tapi,
buat kami, Ayah-Ibumu Dek, diam di rumah dalam jangka waktu yang lama itu
sesuatu yang ‘nggak banget’. Why? Karena kalau cuma di rumah, the only thing we
do is klumbrak-klumbruk mirip cucian. Walaupun kadang kami suka begitu juga
sih, Dek. Hehehe…
Kalau jenuh sudah melanda, biasanya Ayah
sama Ibu akan spontan memutuskan untuk pergi ke suatu tempat. Walaupun cuma
pergi ke tempat-tempat yang dekat dan tidak mesti harus ke tempat wisata. Buat Ayah-Ibu,
pergi berkunjung ke rumah teman itu juga bagian dari jalan-jalan, Sayang. Kan
seneng tuh, Ayah sama Ibu bisa ketemu teman-teman, berbagi cerita, masak-masak
bareng, atau sekedar jajan snack di warung dekat rumah. Nah, karena kadang
Ayah-Ibumu ini suka pergi jalan, mau nggak mau kami harus cari tempat transit
buat menginap, Dek. Terus nginapnya dimana? Di hotel? Di motel? Alaaaaaah,
mahal Dek. Sayang-sayang uangnya. Mending di tabung beli baju unyu-unyumu, Dek J :*.
Yaaa, sekali dua kali, boleh lah. Lumayan, sekalian memanjakan diri, hihihi…
Nah, yang bakal ibu ceritakan disini
tentang tempat nginap Ayah sama Ibu selama pergi kesana kemari, Dek. So that,
Ibu kasih judul tulisan ini Public Place Lover.
Hmmm…besok kalau sudah besar kamu
wajib tahu Dek, Ayah sama Ibumu ini memang pecinta public places sejati. Kok
bisa? Coba bayangkan Dek, jauh sebelum kamu lahir, kami sudah bawa-bawa kamu
tidur di sejumlah tempat ajaib (:v), contohnya nih: shalat+tidur+makan+mandi
(kadang mandi kadang nggak :D) di Bandara KLIA 2 & Soetta Jakarta, tidur di
masjid, tidur di sekolah, tidur di UKS sekolah, tidur di musholla terminal bus
Hat Yai, tidur di dalam van travel Jogja-Jakarta, tidur di bus AKAP Phuket-Hat
Yai, tidur+sahur di kereta api Bangkok-Hat Yai juga pernah. Eitsss, jangan
salah, tidur yang agak mewah a.k.a nyewa hotel juga pernah, walaupun cuma
sekali doang, Dek. Hihihihi…. Sampai-sampai tidur di penjara imigresen Malaysia
juga pernah (Huwaaaaa…. seriusan Ibumu ini masih sedih dan trauma kalau ingat
yang satu ini. Jadi cukup yang satu ini udahan ya, nggak akan Ibu bahas
sekarang L). Maafkan kami, Sayaaaang :’) :* Maafkanlah
ibumu yang masih alay amatir ini, Dek L.
Itu sedikit cerita dari Ayah sama
Ibumu, Sayang. We couldn’t be happier to have trips together with you, Dek. Besok,
kalau kamu sudah lahir dan besar, kita jalan bareng bertiga ya, Sayang :*.
Stay well there. See you next January
:*
Loving
you unconditionally
-Ayah & Ibu-
No comments:
Post a Comment