Wednesday, January 4, 2017

Mama Wanna be #5 (Welcome to the first trimester)



Jeng…jeng… Selamat datang di masa-masa menjadi pengantin baru! Selamat datang di masa semuanya terlihat begitu indah. Ahihihihi…. Atau boleh lah ditambah lagi: Selamat datang bulan madu! Let’s have a romantic honeymoon :*. Akhirnya halal juga, hahaha…. Bagi banyak pasangan suami istri baru, masa-masa di awal pernikahan pastinya jadi masa yang nggak akan terlupakan. Tiap hari bawaannya hepiiii melulu. Apalagi pas momen-momen buka-buka kado sama buka amplop para tamu. Everybody must be so much happy, hahaha. *mustahil kalo nggak hepi :D*

Bagi pasangan yang memegang prinsip ‘NO PACARAN’, setelah ijab qabul dilaksanakan itu berarti kamu and si doi sudah resmi jadi pasangan halal. Sok atuh, kalau mau puas-puasin pacaran dan jalan berdua kesana kemari kayak laron :D. Kan udah nggak dosa, malah justru berpahala, hehehe… Indahnya pacaran setelah pernikahan. Atuuuuuuuuiiii……..

Saya termasuk satu diantara banyak perempuan yang punya angan-angan semacam itu. Nggak usah ada pacar-pacaran, dilamar, nikah. Sudah deh, baru setelah itu bisa menikmati masa-masa indah berdua tanpa takut dosa *padahal dulu jiper waktu mau diajak nikah langsung, alangkah labilnya dirikuh…* Daaaan, Alhamdulillah wa syukurillah. Itu semua terkabul. Lewat proses yang ekspres, akhirnya my world changed in seconds. Setelah akad ijab qabul diucapkan, hidup saya seluruhnya berubah dalam hitungan detik. Saya bukan lagi Dina yang bebas keluyuran cari makan sendiri kalau malam *biasanya saya selalu ketingalan rombongan beli makan satu kos :(* Since that I’ve been a wife of a man! Ada perasaan lega, bahagia plus nervous juga, sih. Akhirnya setelah melewati proses berpikir yang nggak terlalu lama dan maju mundur nggak karuan, akhirnya……. :)

Semenjak awal proses lamaran dan lain-lain, saya dan suami memang sudah sepakat untuk kembali ke Thailand melanjutkan kontrak mengajar satu tahun lagi. Dan tentunya, untuk tahun kedua ini saya merasa jauh lebih bersemangat karena at least disini saya sudah nggak sendiri lagi. Yeaaah, punya temen :* Yang saya bayangkan saat itu adalah saya dan suami sama-sama tinggal dan bekerja di Thailand *walaupun beda sekolah*. It means, kita akan punya lebih banyak kesempatan buat jalan berdua kemana-mana. Main sana main sini. Traveling berdua sekaligus honeymoon. Mengeksplor banyak tempat baru. Waaaaaaah, that’s so exciting!

Jeng…jeng… ternyata apa yang ada di lamunan saya itu belum 100% terwujud. Lho? Why? Yup… another surprising thing is about to come to our life. We’ll be having a baby soon. Ya, saya hamil Sodara-sodara!Jujur saja, yang pertama kali saya rasakan saat saya masih menduga-duga bahwa kemungkinan saya s
two surprising pinky lines :)
edang hamil adalah takut luar biasa. Bahkan saya belum bisa menemukan alasan untuk merasa bahagia atas kehamilan saya saat itu (Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang kurang bersyukur ini
:(). So, apa yang saya takutkan? Saya sendiri tidak tahu persis jawabannya. Mungkin antara shocked, kaget, merasa belum siap dan merasa terlalu cepat untuk punya momongan sedangkan usia pernikahan kami belum genap sebulan. Mungkin juga, yang ada di pikiran saya saat itu adalah saya masih mau menghabiskan masa-masa berdua dulu dengan suami. Jadi nggak pengen punya baby? Bukan juga! Kami jelas ingin punya momongan, tapi nggak langsung juga keleus (Ya Allah…sekali lagi hamba mohon ampun :()

Bagi saya, masa-masa awal pernikahan ini menjadi masa yang cukup ‘mengagetkan.’
Kami belum sempat jalan-jalan dan traveling berdua, ealaaah udah keduluan ada Dek Bayi (maafkan ibumu yang ababil ini, Sayang :(). Jangankan traveling, naik mobil satu jam saja pusingnya sehari semalam baru hilang. Belum lagi ditambah bolak-balik ke kamar mandi karena bawaannya pengen pipiiiiis terus.  Apalagi mau backpacker-an! Bisa pingsan di jalan eyke! Badan lemes, gampang capek, pusing, doyan pipis, gak doyan makan, plus mood swing yang,hmmm…..*tidak bisa diceritakan betapa moody-nya saya di trimester pertama kehamilan*

Umumnya sindrom kehamilan trimester pertama, saya juga mengalami hampir semua ‘keunikan’ jadi ibu hamil muda. Morning sickness! Yup, ini ‘keunikan’ yang saya alami dari segi fisik. Makan bawannya nggak enak. Nggak makan, badan lemes. Pokoknya serba salah. Selain makan, ada hal lain yang membuat saya rasanya mau throw up melulu, yaituuuu sikat gigi sama cuci piring. Nah lho! Apalagi itu? Yup, di awal kehamilan menyikat gigi jadi salah satu musuh utama saya. Sikat giginya sih paling Cuma 5 menit, tapi setelah itu mual-mualnya bisa 1-2 jam baru hilang. Huhuhu…. Di kasus sikat gigi ini juga saya serba salah. Mau sikat gigi, takut mual-mual. Nggak sikat gigi? Idiiiiiih jorok plus miara kuman di mulut dong!

Nah musuh utama saya yang kedua adalah CUCI PIRING! Apa hubungannya cuci piring sama mual-mual hamil muda? Saya juga nggak ngerti. Yang jelas, semenjak hamil muda, kalu saya cuci piring dan masih lihat sisa-sisa makanan di atas piring yang saya cuci, langsung deh tanpa ba-bi-bu. Hoek hoek hoek….. :(. Jadi, selama trimester pertama, saya bawaannya selalu uring-uringan kalau mau sikat gig & cuci piring *bukan karena saya jorok lho yaaaa*.

Dari segi psikis, yang jelas sekali saya rasakan adalah mood swing a.k.a perubahan mood yang terjadi begitu saja. Saya yang awalnya haha hihi ketawa ketiwi, bisa seketika berubah cemberut gara-gara hal sepele yang, aaaah, nggak penting. Saya juga jadi lebih sensitive. Dikit-dikit mewek, dikit-dikit ngambek, dikit-dikit murung. Apalagi saya memang sudah ada bakat gembeng alias gampang mewek dari lahir. Hihihi… terus siapa yang biasanya jadi  sasaran korban saat mood swing melanda? Yaaaa siapa lagi kalau bukan mas suami  :D*kebetulan juga disini saya hanya berdua dengan suami* Kalau saya flash back masa-masa itu, rasanya lucu juga lho J. Bagaimana saya tiba-tiba menjadi seorang Drama Queen *untung bukan drama Korea :P* Mau makan, drama dulu. Mau jalan-jalan sore ke pasar, pakai acara ngambek-ngambek nggak jelas dulu. Cerita masalah di sekolah, pakai nangis Bombay sesenggukan juga. Hadeeeeh,….kok bisa ya dulu saya kayak gitu? Lucu juga kalau diingat-ingat, hihihi…. Tapi, Allah Maha Adil dan Pengertian. Alhamdulillah, suami saya bisa sabaaaaaaaaaaaaaaaaar menghadapi kerewelan saya yang banyak nggak jelasnya itu, hehe… Thank you, Mas. Sudah sedemikian sabar menhadapi istrimu yang masih alay, labil, dan moody ini. Love you :* *muaaaah cup cup cup*
Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya bisa berpikir jernih kembali bahwa ada satu hikmah yang saya pelajari: BERSYUKUR. Ya, bersyukur bahwa kami diberi sebuah amanat, sebuah kepercayaan yang luar biasa dari Allah. Ini karunia Allah, yang diberikan kepada saya dan suami. Itu tandanya Allah percaya dengan kami. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…… :)

Yup itu tadi cerita drama trimester pertama saya yang penuh dengan bunga-bunga *eleeeeh opooooo kuwi*. Sekarang kami sedang sangat excited menunggu kelahiran Dek Bayi yang sudah semakin dekat J. Mohon doa kawan-kawan semua :).

See ya in the upcoming post :*
Salam bumil muda :D

2 comments:

  1. aamiin....ketawa2 sendiri baca postingan mbaa.... aaaah jd baper deh..wkwk
    sehat terus mb dan dek bay nya...semoga lancar persalinan..eh udah lahir blum yak?? hhe
    waiting the next story nya kakakkkk... :) :)

    ReplyDelete
  2. wah, ketinggalan aku ini...
    ya, bisa share pengalaman ngajar disana kah dek?

    ReplyDelete