Tuesday, November 1, 2016

Mama Wanna be Story #1 (Opening)

Let everything flow and see how life will surprise us...
For sure, this is God's way in directing our life through the destiny....

It's just like finding a big box full of million surprises.
Yup, itulah yang saya rasakan satu setengah tahun terakhir. Bagaimana saya hanya bisa terkaget-kaget dengan banyaknya hal-hal mengejutkan yang beruntun masuk ke kehidupan saya. Mulai dari tersuruk-suruk (eleeeh bahasanya) mengejar wisuda prematur bulan Agustus, punya pekerjaan (walau belum tetap) sebelum lulus kuliah, merasakan galaunya jadi job seeker, ngirim CV ke aneka email (:P) dan finally kesampaian tahu rasanya antri buat paspor dan naik pesawat terbang :D ({}).

Yup...tentu masih banyak kejutan kehidupan yang saya dapat yang belum saya tulis. Exactly, those are just some headlines. Hihihi... Tentu semua itu tejadi bukan tanpa alasan. Kalau orang bule bilang sih Everything happens for a reason. Semua pasti ada alasan atau hikmahnya. Dan for sure, itu tidak lepas dari campur tangan Allah SWT. the Director :).


Eits, it doesn't stop there. Masih ada serentetan kejadian yang tidak kalah surprising sekaligus miraculous. Saya benar-benar belajar banyak tentang betapa crazy-nya saya saat harus melewati proses adaptasi, yang menurut saya berat, ketika pertama dan baru sampai di Thailand untuk mengikuti program alumni mengajar disini selama satu tahun. Menghitung hari hingga bulan kepulangan menjadi rutinitas wajib yang ajaibnya bisa menyemangati saya supaya tidak terus-terusan galau minta pulang :D.

And another biggest surprise bagi saya di tahun ini adalah GETTING MARRIED. Ya, MENIKAH! Bukan sekedar tunangan apalagi cuma ditembak pacar! Saya yang cupu a.k.a culun punya ini ternyata sudah mengikrarkan diri jadi istri orang X_X . Saya sering merasa belum percaya bahwa I wasn't single anymore and have somebody sleeping next to me #:-s. Jangankan menikah, track record punya pacar atau dilamar laki-laki (baik secara langsung atau pun yang cemen menye-menye lewat WA, BBM, Messenger dll-nya) saja saya seriously nggak punya. Boro-boro pernah nge-date atau romantic candle light dinner di warung burjo,ada yang ngajakin aja kagak pernah =)). Kesian amat, Neeeeeng :'). But, that's never mind. Itu mungkin cara Allah menjaga hamba-Nya yang masih unyu-unyu polos kayak saya dari pergaulan yang tidak-tidak :*.

Lha njuk...apa yang membuat saya tiba-tiba bisa bilang IYA ketika ada, ehem-ehem, yang terang-terangan ngajak nikah? Wah, itu panjang ceritanya. kalau saya campur ceritanya di tulisan ini, bisa-bisa kalau diukur panjangnya dari Tugu Monas, nyambung ke Tugu Jogja, terus bablas sampai Tugu Pahlawan di Surabaya sonooo. Bukannya tulisan saya dibaca orang, yang ada malah saya kena timpuk banyak orang gara-gara tulisannya amburadul mobat-mabit kepanjangan :P. Nanti ceritanya menyusul yaaaaa :D.

Setelah menikah, ceritanya justru membuat saya semaikn terkejut. Selang beberapa hari setelah menikah, saya dan suami (ciyaaaaa eyke syudah punya suami <3<3) langsung berangkat lagi ke Thailand untuk melanjutkan mengajar tahun kedua. Semua manusia tidak pernah lepas dari cobaan, termasuk manten anyar. Ketika perjalanan tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba ujian itu datang (Jeggeeeer, musik kaget :(). Sampai di KLIA, Malaysia saya baru sadar kalau paspor saya hilang :'(. Honestly, sampai sekarang saya masih trauma kalau ingat kejadian itu. That's why, bagian ini belum akan saya ceritakan panjang lebar dan detail dulu. Sepertinya trauma saya belum sepenuhnya hilang dan saya belum bisa 100% move on dari kejadian itu. Mohon dimaapkeun :(.

Setelah sub-chapter paspor hilang itu selesai, another much more surprising chapter is about to come. Setelah menggalau melow dan hampir tidak percaya, akhirnya saya harus takluk pada fakta bahwa I'm gonna have a baby! Ya, B-A-B-Y! Saya bakalan punya anak, Saudara-saudara! Tentu hal ini menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan manapun yang sudah menikah (yang belum menikah aja suka ngayal punya baby, hihihi). But nor for me, at that time. Saya masih merasa belum siap dan bertanya-tanya "Secepat itu???" Yang saya bayangkan saat itu adalah, saya masih mau menikmati waktu berdua bersama Mas Suami Baru (hayaaaaaah) dan berencana punya anak tahun depan setelah kontrak kerja kami di Thailand selesai. Saya luar biasa shocked saat itu. Tetapi lambat laun, saya mulai bisa menerima anugerah besar ini dan sudah seharusnya saya bersyukur bukan malah memprotes takdir dengan tetap bertanya "Kenapa secepat ini?" :) :) :).

Momen-momen berharga ini bagi saya terlalu sayang untuk dibiarkan begitu saja. Thus, saya saat ini sedang berjuang mengumpulkan niat untuk konsisten menulis hal-hal yang menurut saya menarik dan harus saya abadikan, paling tidak dalam bentuk tulisan. :).

Nah...itu dulu ya opening untuk serial cerita Mama Wanna be Story. The next on will be on my blog wall soon.... :* ({})

Salam Manten Anyaaaar (y)

No comments:

Post a Comment